Advertisements

Pemilihan Lokasi Rumah Tinggal (Bagian 1: Memanfaatkan Google Earth dan Data GIS Sebagai Bahan Pertimbangan)

Pemilihan Lokasi Rumah Tinggal (Bagian 1: Memanfaatkan Google Earth dan Data GIS Sebagai Bahan Pertimbangan)

Pemetaan lokasi perumahan-perumahan, fasilitas umum dan akses transportasi (seperti pasar, pintu tol, stasiun, terminal) di daerah Bekasi yang pernah saya petakan disaat keluarga saya mencari rumah tinggal di Bekasi akan menjadi mubadzir jika tidak di-share, baik cerita dan file google earth. Pekerjaan ini dicoba dikembangkan pada tahap awal dengan platform google earth, pada pertengahan bulan Februari 2017. Tujuan membuat projek ini adalah untuk dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan lokasi rumah tinggal yang terbaik bagi keluarga, yang tentunya pekerjaan ini perlu diikuti dengan proses analisis dan sintesa, baik analisis yang sifatnya sederhana dan analisis lanjut yang dikolaborasi dengan data berbasis GIS lainnya yang diolah dengan perangkat lunak GIS lainnya (seperti map info, global mapper, arc gis, dll), serta dapat dikaitkan dengan berbagai macam aspek dan pendekatan ilmiah (geologi, tata lingkungan, kebencanaan, investasi, dan lain sebagainya).

Gambar Google Earth Plot Lokasi Perumahan dan Fasilitas Penting di Bekasi

Gambar Google Earth Plot Lokasi Perumahan dan Fasilitas Penting di Bekasi.

 

Google Earth Perumahan di Bekasi Timur dan Tambun Selatan

Gambar Google Earth Di Zoom di Bekasi Timur dan Tambun Selatan Serta Plot Lokasi Perumahan dan Titik-Titik Penting.

 

Dengan file atau projek google earth ini saya dapat melakukan beberapa hal:

1. Untuk survey; kami dari awal dapat menentukan rute survey dari satu perumahan ke perumahan lainnya dengan mempertimbangkan jalur terbaik (tidak banyak kemacetan, rute yang banyak melalui perumahan dan fasilitas perumahan)

2. Analisis kemacetan; kita dapat membuat simulasi dan perhitungan waktu tempuh dari satu titik (semisal tempat kerja, stasiun, terminal, dll) dengan posisi rumah yang akan menjadi calon rumah tinggal.

3. Analisis lingkungan dan geologi; kita dapat melihat posisi perumahan dengan posisi sungai dan daerah aliran sungai, posisi terhadap meandering sungai, daerah rendahan atau tinggian, adanya sesar dan gerakan tanah, vegetasi, lokasi kuburan, dan aspek lainnya yang dianggap penting. Dengan analisis lebih lanjut dapat aspek geologi dan lingkungan dapat lebih detail kita ketahui dengan mengkolaborasikan data dengan peta kerawanan bencana banjir, bencana gerakan tanah, penurunan muka tanah, muka air tanah, peta geologi untuk mengetahui jenis litologi dan struktur geologi, Peta RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), dan lain sebagainya. Bahkan lebih advance lagi kita dapat pula mencoba melakukan analisis dan simulasi aliran air dan permukaan air (digenangi ataupun dikeringkan) yang mengikuti topografi dan geomorfologi.

Berikut saya tuliskan link yang berisi file kmz google earth dengan titik dan rute penting  terkait pemilian rumah tinggal di sekitar Bekasi yang pernah saya input ke google earth (link download: https://drive.google.com/file/d/0B5o3ODGwlSrIeWVUbUg3OVpWWDA/view?usp=sharing).

Untuk membuka file tersebut diatas perlu diunduh dan diinstal aplikasi google earth di komputer atau telephone gengam anda. yaitu:

Link aplikasi google earth untuk PC/Laptop: https://www.google.com/earth/

Link aplikasi google earth untuk android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.earth&hl=en

Selain tertulis di atas apabila pembaca memiliki referensi dan pengalamana lain tentang penggunaan GIS dan strategi pemilihan rumah tinggal, saya sangat senang jika mendapatkan masukan dan diskusi. Jikalau pembaca sedang dalam proses memilih rumah tinggal silahkan jika ingin mengajak diskusi dan saling memberi saran. Pada bagian selanjutnya akan diposting tulisan analisis lanjut menggunakan data-data berbasis GIS guna bahan pertimbangan dalam pemilihan rumah tinggal.

Sekian tulisan ini dibuat. Semoga Bermanfaat. Mari Mengenal Geologi dan Bumi lebih dekat.

Advertisements

Pemanfaatan Website Berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) Geologi dan Geofisika Untuk Memantau Potensi Genangan atau Banjir

Pemanfaatan Website Berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) Geologi dan Geofisika Untuk Memantau Potensi Genangan atau Banjir

Tulisan  ini berisi tentang hal-hal simpel (namun sangat besar gunanya) yang bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat umum di saat lingkungan sekitar sedang/sering terjadi genangan dan berpotensi terjadi banjir. Hal-hal simpel (namun sangat besar gunanya) yang  dimaksud adalah mamanfaatkan teknologi telephone pintar  yang selalu dekat dengan kita dan mendapatkan informasi dari website berbasis Sistem Informasi Geografi, Geologi dan Geofisika guna memantau potensi genangan dan banjir. Tulisan ini disampaikan secara sekilas sebagai pendahuluan penambah wawasan dalam pemanfaatan teknologi dan informasi guna kehidupan sehari-hari, selebihnya lebih detail akan dibahas penulis pada bagian selanjutnya secara terpisah.

Tujuan dalam penggunaan  informasi SIG, Geologi dan Geofisika ini adalah agar kita mendapatkan informasi ter-update yang dapat digunakan sebagai pertimbangan atas langkah taktis yang akan kita kerjakan, dan pada akhirnya dapat mengurangi resiko dan kerugian. Sebagai contoh kecil yaitu ketika memilih rute jalan dan pulang dari rumah ke kantor merupakan sesuatu yang penting untuk menghindari kemacetan dan terjebak genangan sehingga kendaraan (mobil/motor) kita aman melewati dan tidak menghabiskan waktu dan bahan bakar. Contoh lainnya kita mendapat pertimbangan kapan kita perlu mengevakuasi anggota keluarga dan menyelamatkan barang-barang di rumah ketika terdapat potensi genangan dan banjir.

Hal-hal  (simpel) yang perlu kita ketahui dan dapat dilakukan (dengan mudah) dilakukan dengan memanfaatkan teknologi smartphone dan website berbasis sistem informasi geografi, geologi dan geofisika disaat musim penghujan ataupun berpotensi terjadi banyak genangan dan banjir:

1. Memantau perkiraan cuaca, curah hujan, dan peringatan dini dari BMKG (http://www.bmkg.go.id/) ataupun juga dapat menggunakan aplikasi BMKG yang dapat diinstal pada mobile-phone anda.

twitter BMKG yang realtime mengupdate informasi tantang informasi cuaca dan gempa bumi

Twitter BMKG yang realtime mengupdate informasi tantang informasi cuaca dan gempa bumi

Read more…

SEKILAS METODE PENYELIDIKAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA KARAKTERISTIK RESERVOIR BATUAN DASAR

SEKILAS METODE PENYELIDIKAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA KARAKTERISTIK RESERVOIR BATUAN DASAR

Penyelidikan karakteristik pada reservoir batuan dasar ini terdiri dari penyelidikan langsung dan penyelidikan tidak langsung. Penyelidikan langsung diantaranya adalah berupa pengamatan singkapan dipermukaan, penyelidikan cutting pemboran mud log dan inti pemboran. Secara visual geometri rekahan ataupun pelapukan dan pelarutan dapat teramati dari inti pemboran. Selain itu dari inti pemboran juga dapat diketahui sifat mekanika batuan dengan melalui proses tes di laboratorium.

Penyelidikan tidak langsung adalah pengamatan dengan mengunakan metode-metode geofisika, yaitu

A. Penyelidikan Conventional Log

Penyelidikan conventional log adalah dengan mengunakan log Gamma Ray (GR), Spontaneous Potential (SP), Resistivitas, Neutron, Densitas, dan Sonik.

Log Gamma Ray (GR) adalah metoda untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif yang terdapat di dalam batuan di sepanjang lubang bor. Unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan tersebut diantaranya Uranium, Thorium, Potassium, Radium (Harsono, 1997).

Menurut Harsono (1997) log SP (Spontaneous Potential) merupakan hasil dari pengukuran beda potensial arus searah antara elektroda di dalam lubang bor dengan elektroda di permukaan.

Log neutron merupakan log yang berfungsi untuk menentukan besarnya porositas suatu batuan (Harsono, 1997). Log ini tidak mengukur porositas sesungguhnya dari batuan, melainkan yang diukur adalah keterdapatan hidrogen dalam pori-pori batuan.

Tabel 1. Kegunaan Utama Open-hole Wireline Logs (Rider, 2002)

Tabel 1. Kegunaan Utama Open-hole Wireline Logs (Rider, 2002)

Read more…

PENGANTAR PETROLOGI, JENIS REKAHAN, DAN PELAPUKAN BATUAN RESERVOIR GRANITIK

PENGANTAR PETROLOGI, JENIS REKAHAN, DAN PELAPUKAN BATUAN RESERVOIR GRANITIK

Salah satu jenis batuan yang menjadi batuan dasar yang berpotensi sebagai reservoir di dearah penelitian adalah granit. Pada bagian ini akan diberikan uraian mengenai pengantar petrologi dari granit, beberapa kemumgkinan genesa atau asal muasal terbentuknya porositas dan permeabilitas batuan granit karena adanya rekahan dan pelapukan. Selain itu uraian proses sedimentasi jarak dekat disekitar tinggian, yang masih mencerminkan batuan granit sebagai granit wash juga tercantum pada bagian ini.

Tulisan ini diharapkan sedikit banyak dapat memberikan pemahaman/dasar teori kepada pembaca mengenai gambaran/analogi kondisi reservoir di bawah permukaan dan singkapan batuan granit yang ada dipermukaan, untuk itu perlu juga dibaca tentang model migrasi dan akumulasi batuan dasar pada tulisan sebelumnya pada kategori “Basement Reservoir” (link: https://ptbudie.com/2014/04/01/migrasi-dan-akumulasi-hidrokarbon-dari-batuan-induk-menuju-batuan-dasar-yang-terekahkan/)

A. Pengantar Petrologi Batuan Granit

Menurut Graha (1987) granit diklasifikasikan menjadi dua berdasarkan atas tekstur utamanya yaitu granit faneritik dan afanitik.

Granit Faneritik

Granit kelompok ini terdiri dari batuan pluton yang biasa disebut dengan batolit. Granit ini berbutir sangat kasar dengan kombinasi warna antara putih sampai abu-abu. Bertekstur holokristalin, hipidiomorpik, dan equigranular. Fenokris yang besar dari ortoklas, kadang-kadang batuan ini ada yang bertekstur porpiri. Dalam jumlah yang sangat kecil kita akan mendapatkan xenolit didalam tubuh granit. Struktur yang biasa terdapat pada batu granit adalah struktur kekar. Read more…

BATUAN DASAR CEKUNGAN TERSIER SUMATRA SELATAN

BATUAN DASAR CEKUNGAN TERSIER SUMATRA SELATAN

Batuan dasar di Sumatra Selatan telah terbukti menjadi reservoir hidrokarbon, seperti pada lapangan Suban, dan sewajarnya juga ditemui pada daerah lainnya. Sebelum dibahas lebih lanjut mengenai potensi hidrokarbon dari batuan dasar ini, alangkah baiknya kita kenali lebih dahulu konfigurasi  batuan dasar ataupun batuan pra-Tersier yang ada di Sumatra pada umumnya dan Sumatra Selatan khususnya yang pernah diteliti oleh penulis pada tahun 2010-2011 pada salah satu lapangan di Jambi.

Menurut Salim dkk (1995) sejarah geologi tentang batuan pre-Tersier adalah tidak terlalu dikenali. Deskripsi kejadian pre-Tersier adalah berdasarakan pada penggalan data dari singkapan di Jajaran Pegunungan Barisan, Gunung Tiga Puluh, dan Gunung Dua Belas dan di kepulauan di timur Sumatra seperti Pulau Bangka, Belitung, Singkep dan juga dari data sumur. Bervariasi pada komposisi, bagian pre-Tersier terusun atas granit, kuarsit, batugamping, serpih, meta-sedimen, filit, sekis, andesit, dan basalt. Umur sekuen litologi pre-Tersier berkisar antara Paleozoik akhir sampai Mesozoik Akhir.

Gambar 1. Sebaran Jenis Batuan Dasar di Cekungan Sumatra Selatan (Ginger dan Fielding, 2005)

Gambar 1. Sebaran Jenis Batuan Dasar di Cekungan Sumatra Selatan (Ginger dan Fielding, 2005)

Read more…

KLASIFIKASI SESAR BERDASARKAN PRINCIPAL STRESS MENURUT ANDERSON (1951)

KLASIFIKASI SESAR BERDASARKAN PRINCIPAL STRESS MENURUT ANDERSON (1951)

Klasifikasi Anderson (1951) membagi jenis sesar berdasarkan atas principle stress. Principal stress adalah stress yang bekerja tegak lurus bidang sehingga harga komponen shear stress pada bidang tersebut adalah nol. Bidang tersebut dikenal sebagai bidang utama atau principal surface. Terdapat tiga principal stress yaitu s1, s2, dan s3, dimana σ1 (S1) >  (S2) > σ3 (S3). Dari 3 sumbu tersebut dapat pisahkan menjadi 2 sumbu berdasarkan orientrasi sumbu, yaitu sumbu horizontal (Sh) dan sumbu vertikal (Sv), dimana Sh terdiri dari 2 sumbu yaitu sumbu horizontal dengan nilai maksimum (SHmax) dan sumbu horizontal dengan nilai minimum (Shmin), sedangkan Sv hanya mempunyai satu sumbu saja. Sumbu ini lah yang mengontrol terbentuknya klasifikasi sesar, yaitu sesar normal, sesar naik dan sesar mendatar.

Klasifikasi Sesar dan Principal Stress Pembentuknya (Anderson, 1951 dalam Zoback 2007)

Gambar 1. Klasifikasi Sesar dan Principal Stress Pembentuknya (Anderson, 1951 dalam Zoback 2007)

Tabel 1. Hubungan sumbu dengan jenis sesar berdasarkan Klasifikasi Anderson (1951)

Read more…

Categories: Structural Geology

SESAR NORMAL (NORMAL FAULT)

SESAR NORMAL (NORMAL FAULT)

Model Sesar Normal

Secara umum, model sesar yang terbentuk pada sesar normal adalah sesar planar dan sesar listrik dengan gerakan yang rotasional maupun non rotasional. Gerakan rotasional pada sesar planar akan menghasilkan efek domino sehingga lapisan batuan pada hanging wall dan foot wall akan berotasi. Sedangkan sesar planar non rotasional akan menghasilkan sesar normal dengan sudut yang tinggi dan rendah.

Sesar listrik merupakan sesar normal yang bergerak pada bidang yang melengkung. Bila gerakannya rotasional, maka hanya lapisan pada hanging wall yang akan berotasi. Sedangkan apabila pergerakannya non rotasional, maka dapat terjadi kompaksi pada lapisan batuan setelah terjadinya sesar.

Model sesar normal dalam Hill (2003)

Gambar 1. Model sesar normal dalam Hill (2003)

 

Menurut Twiss dan More (1992) sesar normal dibagi menjadi tiga tipe model berdasarkan geometri dan pergerakannya yaitu: Read more…