Advertisements
Home > Basement Reservoir, Petroleum Geology > MIGRASI DAN AKUMULASI HIDROKARBON DARI BATUAN INDUK MENUJU BATUAN DASAR YANG TEREKAHKAN

MIGRASI DAN AKUMULASI HIDROKARBON DARI BATUAN INDUK MENUJU BATUAN DASAR YANG TEREKAHKAN

MIGRASI DAN AKUMULASI HIDROKARBON DARI BATUAN INDUK MENUJU BATUAN DASAR YANG TEREKAHKAN

Menurut Sircar (2004) ada beberapa kemungkinan terjadinya migrasi minyak ke batuan dasar. Pada umumnya dikenal tiga konfigurasi batuan induk dan batuan dasar, yaitu:

  1. Batuan organik menutupi batuan dasar terekahkan ini, dan karena adanya tekanan yang lokal ke bawah, maka minyak diperas dan dialirkan ke bawah menuju batuan dasar yang terekahkan.
  2. Lateral dengan batuan dasar, namun secara topografi batuan organik di bawahnya yang memproduksi minyak dan mengalirkannya melalui lapisan pembawa, dan termigrasi keatas menuju  batuan dasar.
  3. Batuan induk terletak di bawah daripada batuan dasar. Reservoir lateral yang awalnya menjebak minyak tumpah karena adanya proses tilting atau overfilling

Mekanisme migrasi hidrokarbon ke arah bawah dari sistem reservoir ini sangat memungkinkan ketika terjadi pembesaran rekahan yang diakibatkan selama merekah pada sebuah kondisi ketidakseragaman medan tegangan (stress field). Dilatansi pada batuan reservoir di bawah lapisan sedimen mengurangi tekanan hidrostatik pada area lokal yang terdeformasi.

Akumulasi hidrokarbon pada pada batuan dasar terjadi pada kondisi yang spesifik, seperti yang telah dirangkum oleh P’an (1982). Hal itu mengikuti karakteristik umumnya:

  1. Reservoir batuan dasar selalu terbentuk pada tinggian (high) atau pengangkatan (uplift) pada sebuah basin yang terjadi pada periode yang lama yang mengalami proses pelapukan dan erosi awal di badalam air dan terlingkupi dengan sedimen laut yang membentuk batuan penudung dan batuan induk dari reservoir.
  2. Reservoir batuan dasar selalau terbentuk dibawah sebuah ketidakselarasan regional yang menjadi hal penting pada proses migrasi minyak menuju reservoir.
  3. Semua lapisan batuan induk dari reservoir batuan dasar berada di bawah batuan reservoir, itu mengindikasikan migrasi pada suatu tempat secara lateral ke atas (laterally upward) atau lateral ke bawah (laterally downward). Kemudian berkembang adanya proses dilatansi pada batuan dasar dikarenakan oleh rekahan yang mengurangi tekanan hidrostatis didalam rekahan dan itu menjadikan sebuah gradien tekanan yang baik untuk migrasi kebawah (downward migration) (Mc Naughton, 1953).
  4. Kompaksi yang diferensial (differential compaction) pada sedimen halus (argillaceous sediment) di atas pada tinggian yang tertutupnya menyebabkan sebuah efek pencebakan yang penting didalam pencebakan hidrokarbon.
  5. Gas tidak selalu ditemukan pada reservoir batuan dasar terekahkan.
  6. Pada umumnya, ruang pori pada batuan dasar terdiri atas rekahan dan sesar yang diakibatkan oleh tektonik (tectonic fissure and fault), pelarutan didalam ruang rekahan (dissolved interstice), dan gua (cavern). Areshev et al. (1992) menambahkan rongga terekahkan  sebagai elemen penting yang potensial pada reservoir di Vietnam. Tipe dari pori itu adalah terdistribusi sangat tidak simetris, dan itu menjadikan porositas dan permeabilitas adalah sangat heterogen (highly heterogeneous).
  7. Jika diperhatikan pada bagian atas dari reservoir batuan dasar, sebuah peningkatan derajat pelapukan akan dijumpai, itu merupakan pertanda awal, pada sesuatu kasus, untuk sebuah perubahan yang gradasional (gradational transition) pada batuan sedimen yang melapisinya. Porositas dalam butiran (intergranular porosity) yang sama pada batu pasir dapat dijumpai pada kasus ini.
  8. Reservoir batuan dasar dikarakteristikkan dengan batuan reservoir yang tebal dan produksi dari sebuah sumur mungkin berkisar dari nol sampai tinggi, tergantung dari tipe dan distribusi pori. Bentuk kerucut dan menjari air sering hadir, tetapi dapat terbentuk oleh pemasukan completion dan produksi dari bagian bawah.
  9. Cadangan dari reservoir batuan dasar dapat sangat besar, tetapi itu disertai dengan ketidakpastian yang tinggi.
Gambar Sebuah Sketsa Skema Sebuah Reservoir Batuan Dasar dan Pengumpulan Hidrokarbon dari Batuan Sumber (Harvey dkk, 2005)

Gambar Sebuah Sketsa Skema Sebuah Reservoir Batuan Dasar dan Pengumpulan Hidrokarbon dari Batuan Sumber (Harvey dkk, 2005)

 

Gambar di atas menunjukkan sebuah sketsa skema dari kondisi migrasi dan akumulasi dengan tipe seperti yang dijumpai pada reservoir batuan dasar. Keberadaan minyak  pada batuan dasar  digunakan oleh beberapa ahli geologi sebagai  sebuah argument untuk mendukung hipotesisi asal muasal minyak secara inorganik, seperti yang dikemukakakan oleh  Porfirev (1974), Gold& Scoter (1980). Sekarang , bagaimanapun, itu adalah bukti yang rumit untuk berpikir bahwa kondisi terakumulasinya minyak pada reservoir batuan dasar tidak berbeda dari kondisi lain pada beberapa reservoir konvensional. Potensi dari reservoir batuan dasar  diperkenalkan awal  oleh Eggleston (1849).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: