Advertisements
Home > Structural Geology > SESAR NORMAL (NORMAL FAULT)

SESAR NORMAL (NORMAL FAULT)

SESAR NORMAL (NORMAL FAULT)

Model Sesar Normal

Secara umum, model sesar yang terbentuk pada sesar normal adalah sesar planar dan sesar listrik dengan gerakan yang rotasional maupun non rotasional. Gerakan rotasional pada sesar planar akan menghasilkan efek domino sehingga lapisan batuan pada hanging wall dan foot wall akan berotasi. Sedangkan sesar planar non rotasional akan menghasilkan sesar normal dengan sudut yang tinggi dan rendah.

Sesar listrik merupakan sesar normal yang bergerak pada bidang yang melengkung. Bila gerakannya rotasional, maka hanya lapisan pada hanging wall yang akan berotasi. Sedangkan apabila pergerakannya non rotasional, maka dapat terjadi kompaksi pada lapisan batuan setelah terjadinya sesar.

Model sesar normal dalam Hill (2003)

Gambar 1. Model sesar normal dalam Hill (2003)

 

Menurut Twiss dan More (1992) sesar normal dibagi menjadi tiga tipe model berdasarkan geometri dan pergerakannya yaitu:

Model pertama yaitu model geometri perpindahan sesar normal listrik disertai lipatan rollover dan sesar normal antitetik  menurut Twiss dan Moores (1992). a) Blok lempeng dengan sesar yang baru terjadi, pangjang L blok hanging wall konstan, b) Perpindahan rigit blok hangingwall dengan jarak d sejajar ke bidang horisontal hasil sesar normal listrikpada pembukaan gap geologi. c) Deformasi terdistribusi melalui blok hangingwall dalam hubungan sepanjang sesar dan menghasilkan lipatan rollover. Panjang L konstan, hasilkan pada perkembangan pada masalah gap lainnya pada blok hanging wall. d) Distribusi sesar antitetik pada blok hanging wall menghilangkan gap pada sesar tersebut

Model geometri perpindahan sesar normal listrik disertai lipatan rollover dan sesar normal antitetik (Twiss & Moores, 1992).

Gambar 2. Model geometri perpindahan sesar normal listrik disertai lipatan rollover dan sesar normal antitetik (Twiss dan Moores, 1992).

 

Model kedua ditunjukkan pada gambar 3 yaitu berupa model geometri yang perpindahan pada sesar normal listrik beserta sesar normal sintetik (Twiss & Moores, 1992).Pergerakan sesar normal listrik  mengharuskan blok hangingwall mempertahankan kontak sepanjang bagian yang melengkung dari sesar listrik karena rotasi sebagai pergerakannya. Mekanisme tersebut dapat bekerja jikalau blok hangingwall terpecah/terpisah mengikuti bentuk domino sepanjang kemiringan sesar sintetik dengan arah yang sama dengan sesar utama.

Gambar 3. Model geometri perpindahan pada sesar normal listrik beserta sesar normal sintetik (Twiss dan Moores, 1992).

Gambar 3. Model geometri perpindahan pada sesar normal listrik beserta sesar normal sintetik (Twiss dan Moores, 1992).

 

Model ketiga dari pergeseran sesar normal listrik mengharuskan pergeseran dari blok sesar meruncing pada sebuah kesatuan imbricate listric normal fault.  Gambar 4 menunjukkan model geometri perpindahan pada imbricate listric normal fault, yaitu a)  Geometri imbricate listric normal fault yang baru terjadi, b) Blok sesar imbricate bergerak kebawah, berotasi  dan lurus kembali (Twiss dan Moores, 1992).

Gambar 4. Model geometri perpindahan pada imbricate listric normal fault. a) Geometri imbricate listric normal fault yang baru terjadi, b) Blok sesar imbricate bergerak kebawah, berotasi dan lurus kembali (Twiss dan Moores, 1992).

Gambar 4. Model geometri perpindahan pada imbricate listric normal fault (Twiss dan Moores, 1992).

 

Kinematika Sesar Normal

Kinematika pergerakan sesar normal dijelaskan oleh Anderson (1951) yaitu mengklasifikasikan sesar normal terjadi karena gaya yang bekerja paling besar (s1) adalah vertikal dan menganggap bidangnya isotropik homogen. Pergerakan yang terjadi di sepanjang bidang sesar dapat berupa pelepasan tegasan sehingga pelamparannya secara horisontal akan memanjang pada arah tegasan normal terkecil dan pemendekannya pada arah tegasan normal terkecil (s3). Pergerakan yang terjadi berupa dip-slip normal dimana hanging wall bergerak relatif turun terhadap foot wall.

Sesar normal dapat terbentuk karena aktivitas non tektonik dan tektonik. Sesar normal yang melibatkan aktivitas non tektonik terdiri dari gravity slide dan subsidence passive margin. Karena arah vertikal merupakan arah dasar dari gravitasi bumi, maka sesar normal dapat menjadi sebuah sesar gravitasi atau lebih tepatnya disebut sebagai gravity slide. Sedangkan sesar normal yang terbentuk karena aktivitas tektonik terjadi di dalam tectonic rift province, yaitu pada oceanic spreading center (Mid Atlantic Ridges) dan intracontinental rifts (pada Basin dan Ranges). Sesar normal terjadi pada regime tektonik ekstensional dimana gaya utama yang bekerja adalah vertikal. Rifting adalah mekanisme yang terjadi karena s1 vertikal dan s3 horisontal.

Dinamika Tegasan Sesar Normal (Anderson, 1951)

Gambar 5. Dinamika Tegasan Sesar Normal (Anderson, 1951)

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: