Advertisements
Home > Profesi Geosaintis > TANTANGAN GEOSAINTIS MUDA DAN PEKERJA SEKTOR MIGAS DI SAAT TURUNNYA HARGA MINYAK MENTAH DUNIA: AMBIL HIKMAHNYA, TETAP OPTIMIS DALAM BEKERJA DAN BERIBADAH, MARI SONGSONG MASA DEPAN LEBIH CERAH

TANTANGAN GEOSAINTIS MUDA DAN PEKERJA SEKTOR MIGAS DI SAAT TURUNNYA HARGA MINYAK MENTAH DUNIA: AMBIL HIKMAHNYA, TETAP OPTIMIS DALAM BEKERJA DAN BERIBADAH, MARI SONGSONG MASA DEPAN LEBIH CERAH

TANTANGAN GEOSAINTIS MUDA DAN PEKERJA SEKTOR MIGAS DI SAAT TURUNNYA HARGA MINYAK MENTAH DUNIA: AMBIL HIKMAHNYA, TETAP OPTIMIS DALAM BEKERJA DAN BERIBADAH, MARI SONGSONG MASA DEPAN LEBIH CERAH

Kondisi harga minyak mentah dunia yang turun dan menyentuh 30-anUSD per barrel pada tahun 2015 – 2016 yang lalu menimbulkan berbagai gejolak dan efek untuk pekerja di industri migas. Tahun 2017 ini alhamdulillah perlahan mulai membaik dan sudah menyentuh angka 50anUSD per barrel.

Agak berbeda dengan kebanyakan tulisan-tulisan sebelumnya pada website ini yang lebih menekankan keilmiahan, tulisan ini berisi cerita pengalaman dan opini, namun tetap dilengkapi data survei dan analisis yang terkait. Dengan adanya tulisan ini, semoga memudahkan generasi selanjutnya dapat membaca jejak kejadian, suasana hati serta pikiran efek dari turunnya harga minyak dunia sekarang ini, terutama berkaitan dengan profesi geosaintis (khususnya geosaintis muda) atau pekerja di sektor migas, sehingga kedepan bisa lebih antisipatif dan optimis.

The Dynamics of Crude Oil Prices

Gambar Grafik Naik-Turun Harga Minyak Mentah Dunia (modifikasi Lubiantara, B., 2015 dalam FGMI, 2016)

Dimanakah Posisi Kita Saat Itu? 

Apakah kita tergolong orang yang merasakan satu atau lebih dari kondisi berikut:

  1. Dampak tidak langsung dari turun drastisnya harga minyak mentah dunia.
  2. Baru saja lulus, namun mencari kerja di industri migas lebih susah.
  3. Tidak adanya promosi dan kenaikan posisi/jabatan.
  4. Berkurangnya bonus project, deviden, atau tunjangan lainnya.
  5. Berkurang bahkan ditiadakannya fasilitas pelatihan, beasiswa kuliah, sponsor untuk presentasi dan publikasi.
  6. Berkurangnya fungsi atau pihak yang mengarahkan dan membantu akibat efisiensi dan kondisi yang tidak stabil.
  7. Merasakan beban bekerja yg bertambah, namun orang lain bisa datang dan pergi tanpa pegawasan dan tugas yang pasti.
  8. Terkena pemutusan hubungan kerja.

Jikalau iya, mungkin saja kita berada di posisi dan kondisi yang sama dalam bekerja pada saat harga minyak dunia rendah. Namun bisa jadi hanya beberapa bagian kondisi tersebut di atas yang terjadi pada diri kita, tidak semuanya.

Hadapi Tantangan dengan Perjuangan dan Optimisme

Apapun yang terjadi selama masih menerima gaji, ada tugas dan fasilitas maka kita harus tetap optimis dalam bekerja dan beribadah. Harus mencurahkan tenaga dan pikiran sepenuh hati sesuai passion/minat-bakat kita, karena kita selalu bercita-cita akan ada perubahan lebih baik.

Dengan dasar rasa kecintaan terhadap profesi dan tempat bekerja, seharusnya tidak ada pegawai yang mau perusahaan-nya menjadi lebih buruk. Yakinlah akan ada perubahan lebih baik selama kita mau berusaha. Seperti sekolah “Mau naik kelas ya ada ujian nya”. Anggap saja sebagai tantangan yang perlu dihadapai. Tetap semangat sesungguhnya Allah SWT maha kaya. Mungkin akan beda dengan orang yang hanya mengedepankan bisnis saja. Jika ada potensi meng-untungkan hadir disitu, sedang dikala susah payah perlu perjuangan bersama tidak terlihat. Maka mari kita berinstropeksi diri, jangan terpengaruh dan tetap optimis.

Sebagai pekerja, saya kagum dengan orang di sekitar saya kerja, semangat kerja yang tinggi tetap terjaga dalam menyelesaikan setiap pekerjaan/proyek, berbondong-bondong dengan rajinnya pergi ke masjid dan mushola untuk sholat berjamaah di sela kesibukan dan kelongaran yang ada sesuai waktunya. Disitu saya merasa yakin akan segera datang masa penuh harapan setelah masa ujian terlewati. Manager maupun pegawai berjalan bareng dan beriringan menuju masjid, sesekali diperjalanan sambari berbagi cerita dan pengalaman. Beberapa pegawai yang berangkat pagi melakukan sholat dhuha dengan konsisten, lirih suara mengaji sering terdengar diwaktu istirahat, puasa sunah pun tak lupa dijalankan oleh beberapa orang. Rasa optimis tumbuh terjaga dalam kondisi seperti ini.

Manager selalu hadir dan lebih dekat dengan pagawai, baik untuk sekedar cerita hikayat kehidupan, tantangan yang di hadapi perusahaan, ataupun cerita strategi ke depan agar lebih menjadi baik. Optimisme pimpinan ditularkan kepada para pegawai lainnya. Pimpinan dan tim marketing sibuk menghubungi calon klien, melempar proposal, dan mencari proyek. Sedangkan pegawai menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan profesional.

Seperti dua sisi mata uang yang berpasangan, jika anda percaya sesungguhnya disaat ada kesulitan (ujian) disitu ada kemudahan (jalan keluar). Di saat bersamaan waktu rendahnya harga minyak mentah dunia, alhamdulillah saya dan beberapa rekan kerja lulus program S2 di bidang Geologi Migas dengan program beasiswa dari perusahaan. Meskipun adanya efisiensi dan perubahan sistem kerja, beberapa fasilitas dan tunjangan ditiadakan, alhamdulillah managemen memberikan kenaikan gaji. Maka saya simpulkan dan mengambil hikmah bahwa menjadi hal penting dan teruslah sekolah sekuat tenaga dan pikiran selama bisa. Mungkin anda akan mendapatkan nilai lebih di suatu saat nanti ketika anda membutuhkan ataupun takdir Allah menghendaki.

Di lain sisi untuk mengasah jiwa usaha, marketing, dan menjual ide sebagai antisipasi kejadian terburuk dan menyiasati berkurangnya pemasukan untuk biaya hidup karena bonus atau tunjangan berkurang, terlepas dari profesi di bidang eksplorasi migas sebagai passion masing-masing, masih banyak hal yang bisa dikerjakan freelance dan menambah penghasilan namun tidak mengurangi kinerjanya di pekerjaan inti, yaitu seperti:

  • Menjalankan usaha geowisata, melakukan jual beli online, menjadi agen properti, menjadi pemilik unit transportasi online, mengembangkan website, dan banyak bisnis lainnya yang bisa di kerjakan.
  • Selain itu juga bisa mengaplikasikan kemampuan dalam bidang geosain seperti kemampuan olah data geospasial, mengambar teknik, kemampuan koding dan algoritma pemrograman, kemampuan mendeskrtipsi batu dan kondisi alam untuk kegiatan-kegiatan sehari-hari yang menarik dan berpotensi memiliki nilai tambah ekonomi.
  • Berinovasi, kreatif dan mencoba menambahkan nilai ekonomi dari kemampuan non akademis, pengalaman, hobi, dan jaringan yang dimiliki. Seperti kemampuan memasak yang biasanya dimiliki geologis karena sering flying camp di hutan saat pemetaan geologi, kemampuan membuat makanan cepat saji saat dikejar waktu atau keterbatasan bahan makanan di lapangan, kemampuan dan pengetahuan membuat dan mencicipi kopi dari berbagai wilayah nusantara, serta didukung pula dengan seringnya geosaintis ke lapangan bertemu  berbagai orang di berbagai daerah di Indonesia (banyak barang bisa menjadi komoditi jualan yang bisa memiliki nilai ekonomi dengan memanfatkan link tersebut), sehingga dapat membuka jaringan seluas-luasnya dan tentunya masih banyak ide dan inovasi lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

Data Hasil Survei Menunjukkan

Pada Bulan Februari – Maret 2016, disaat kondisi harga minyak mentah dunia yang turun ini, untuk memetakan efek kejadian tersebut, Divisi Penelitian dan Pengembangan Keprofesian (Litbang) bersama tim survei Forum Geosaintia Muda Indonesia (FGMI) melakukan survei mengenai kondisi, tantangan dan kendala yang dialami oleh para geosaintis muda yang diakibatkan adanya penurunan harga minyak dunia tersebut. Umumnya survei diikuti oleh para pekerja profesional geosaintis muda dan mahasiswa. Beberapa fakta yang ditemui dan dinterpretasikan adalah:

  • Responden umumnya memiliki pengalaman kerja satu sampai delapan tahun, 78% responden bekerja di industri migas dan sisanya yaitu mahasiswa dan pekerja non migas.
  • Secara kuantitatif dan kualitatif menurut responden harga minyak dunia pada saat itu (Februari – Maret 2016) rendah sampai sangat rendah. Hal ini mengambarkan responden memahami sumber permasalahan yang disurvei.
  • Beban pekerjaan bervariasi ada yang bertambah, tidak ada perubahan, dan berkurang. Sedangkan jumlah tim dalam setiap pekerjaan didominasi berkurang dengan jam kerja yang tidak ada perubahan.Beban pekerjaan bervariasi ada yang bertambah, tidak ada perubahan, dan berkurang. Sedangkan jumlah tim dalam setiap pekerjaan didominasi berkurang dengan jam kerja yang tidak ada perubahan.
  • Dominan responden (65%) menyatakan tidak ada perubahan dan 32% responden menyatakan mengalami penurunan gaji, akan tetapi 65% mengalami pengurangan tunjangan dan fasilitas yang diterima. Selain itu jumlah pelatihan dan fieldtrip serta program beasiswa berkurang.
  • Pemutusan hubungan kerja bertambah dan penerimaan lowongan kerja berkurang.
  • Berwirausaha di bidang non migas adalah antisipasi paling banyak dipilih oleh responden survei yaitu sebanyak 60%.

Implikasi kedepan dari keadaan rendahnya harga minyak mentah dunia ini adalah

  • Kemungkinan kedepan akan adanya generation gap antara senior dan junior di satu perusahaan. Kemungkinan kedepan akan adanya generation gap antara senior dan junior di satu perusahaan.
  • Terhambatnya proses eksplorasi yang diakibatkan oleh harga minyak mentah dunia yang rendah.
  • Munculnya kampus geologi baru (28 kampus) membuat supply SDM lebih banyak dibandingkan pembukaan lowongan kerja darii industri ekstraksi
  • Peningkatan kompetensi yang terhambat sebagai akibat dari tidak ada/berkurangnya nya pelatihan dan fieldtrip.
SURVEI_LITBANG_FGMI_RGB

Gambar Poster Hasil Survei FGMI Bertema Tantangan Geosantis Muda Pada Saat Kondisi Harga Minyak Dunia yang Rendah Tahun 2016 (FGMI, 2016). Silahkan diklik pada gambar dibuka dilayar baru atau didownload jika ingin melihat lebih jelas.

Saran dan Masukan

Memandang sebagai tantangan dan ujian yang harus dihadapi, sehingga koreksi dan antisipasi agar kedepan kejadian serupa dapat diantisipasi lebih baik oleh para pekerja migas, perusahaan, pemerintah, serta lembaga akademis universitas maupun sekolah tinggi sehingga didapatkan masukan dan saran:

1. Bagi Pekerja migas:

  • Mendukung sepenuh hati dan tetap optimis dalam menjalankan kegiatan atau program efisiensi dan penghematan perusahaan.
  • Disela waktu luang berusaha membuat publikasi ilmiah, video, ataupun tulisan mengasah kemampuan dan menjaga passion.
  • Mengolah data-data yang sudah ada seblumnya, dicoba dianalisis atau diolah dengan pendekatan dan metode baru.
  • Mendukung jualan atau promosi proyek atau kegiatan perusahaan.
  • Berpartisipasi dan berorganisasi, atau mengikuti kegiatan organisasi profesi. Sehingga mendapatkan manfaat informasi geosain, seminar, pelatihan, dan jejaring.

2. Bagi Perusahaan:

  • Berkaitan dengan perubahan fungsi dan efesiensi pegawai, selain masalah ekonomi dan pekerjaan, untuk perusahaan yang melakukan PHK atau pengalih fungsian geosaintis harus juga memperhatikan management dan pendatabasean data yang pernah dikerjakan oleh geosaintis tersebut. Pastikan data (data mentah, geospasial, laporan, presentasi, dan lain sebagainya) tersimpan baik, projek software dapat berjalan sehingga kedepan masih dapat dipakai. Dongle software dan komputer yang dipakai masih ada dan tahu passwordnya.
  • Untuk keberlangsungan perusahaan perlu proses regenerasi. Walaupun tidak ada pengangkatan pegawai tetap, bisa jadi sistem magang atau pengangkatan pegawai kontrak dilakukan untuk transfer pengalaman dan teknologi.
  • Managemen stress dan aspek HSSE untuk pegawai tetap harus dikontrol. Sehingga suasana tetap kondusif dan semua pegawai yang masih bekerja tetap sehat.
  • Salah satu wujud eksistensi geosaintis adalah bisa membuat paper ataupun publikasi lainnya. Begitupula perusahaan perlu eksistensi dan namanya tampil dalam berbagai event kegiatan dan publikasi. Selain itu publikasi yang baik dapat menjadi media campign dari pekerjaan dan riset yang dilakukan perusahaan tersebut.

3. Bagi pemerintah, organisasi profesi dan institusi pendidikan:

  • Melakukan kalkulasi dan evaluasi jumlah lulusan yang ideal sesuai dan jumlah serapan pegawai pada sektor industri migas serta sektor lainnya.
  • Lembaga penelitian universitas dan pemerintah melakukan riset dasar dan teknologi lebih banyak. Tidak hanya sekedar berdasarkan adanya proyek atau join studi saja. Sehingga publikasi yang banyak dan bermanfaat dapat diketahui khalayak banyak, dan dapat diaplikasikan.

4. Untuk Pelajar dan Mahasiswa.

  • Mengusahakan semua mata kuliah diikuti dan dipahami secara baik. Tidak hanya fokus pada industri migas saja.
  • Mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang membangun karakter kepemimpinan, jiwa wira usaha, ataupun kegiatan organisasi keprofesian.
  • Rajin melakukan penelitian, melihat kondisi bumi real atau pemetaan geologi, belajar melakukan publikasi ilmiah secara kontinyu.
  • Rajin mencari informasi beasiswa, jikalau mau masih tetap di jalur migas disaat sepinya rekruitmen, lebih baik sebagai alternatif kedua adalah berusaha melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi.

Penutup

Mungkin tulisan ini bukan merupakan bagian yang penting. Mari rajin menggunakan kendaraan umum, setelah turun dari kendaraan umum di halte atau stasiun, jikalau lokasi tempat kerja tidak terlalu jauh (setengah kilometer semisal) mari kita biasakan jalan kaki menuju kantor. Selain untuk menghemat biaya ditengah kondisi perlu efisiensi, juga jalan kaki merupakan olah raga yang menyehatkan. Karena kesehatan sangat penting untuk dapat kita bekerja dan beraktivitas.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: