Advertisements
Home > Geologi Sehari-hari > ​GEOLOGI SEHARI-HARI: MEMPERSIAPKAN LAHAN TAPAK DAN MEMBUAT PONDASI RUMAH TINGGAL DENGAN BAIK

​GEOLOGI SEHARI-HARI: MEMPERSIAPKAN LAHAN TAPAK DAN MEMBUAT PONDASI RUMAH TINGGAL DENGAN BAIK

​GEOLOGI SEHARI-HARI: MEMPERSIAPKAN LAHAN TAPAK DAN MEMBUAT PONDASI RUMAH TINGGAL DENGAN BAIK

Tahapan awal dalam kegiatan pembangunan rumah dan bangunan lainnya adalah mempersiapkan lokasi dan kemudian diikuti membangun pondasi. Secara umum tulisan ini memiliki ruang lingkup/batasan pembahasan terkait dengan objek  utama berupa rumah hunian atau rumah tinggal. Disadari tentunya cerita mengenai pengetahuan serta kajian geologi keteknikan untuk membangun rumah tinggal akan lebih sederhana dibandingkan dengan membangun bangunan besar dan tinggi lainnya.

I. Memilih dan Menyiapkan Lahan Lokasi Rumah Tinggal

Untuk memilih dan menyiapkan lahan lokasi rumah tinggal perlu diketahui beberapa hal penting dibawah. Rumah tinggal akan kita tinggali dalam jangka waktu panjang sehingga harmonisasi dengan alam secara baik perlu kita pahami dan kerjakan, sehingga timbul rasa aman, nyaman, dan tenteram ketika menempatinya. Histori geologi dan kebencanaan, serta daya dukung tanah biasanya dan seharusnya menjadi pertimbangan pertama dalam memilih lokasi perumahan, walaupun terkadang tidak disadari oleh manusia. Aspek geologi dan kebencaan ini mungkin bisa jadi akan mempengaruhi nilai terbesar dari aspek ekonomi, kehidupan sehari-hari, fasilitas yang berada disekitarnya, serta nilai keindahan alam disekitarnya.

Untuk melihat dan memetakan kondisi geologi dan lingkungan guna medapatkan data dan analisis guna pertimbangan lokasi secara komperhensif dapat dibantu oleh informasi geospasial dengan penggunaan aplikasi GIS dan Google earth. Penggunaan aplikasi dan analisis sederhana terhadap data telah dibahas dibahas pada tulisan sebelumnya, silahkan baca pada link berikut https://ptbudie.com/2017/03/22/pemilihan-lokasi-rumah-tinggal-bagian-1-memanfaatkan-google-earth-dan-data-gis-sebagai-bahan-pertimbangan/

a. Histori Geologi dan Kebencanaan

Geologi merupakan ilmu penyelidikan bumi yang mempunyai semboyan “The present is the key to the past” yaitu kondisi sekarang adalah kunci untuk melihat kondisi yang lampau. Untuk mengetahui kondisi lampau berupa histori geologi ataupun kejadian bencana, geologis melihat data lapangan seperti litologi, fossil, struktur sedimentologi, geomorfologi, ataupun kenampakan struktur geologi. Seperti melihat adanya endapan rawa, banjir bandang, aliran lahar volkanik, adanya pelarutan gamping, mud volkanik, ataupun endapan tsunami yang terendapkan dan terbatukan sehingga terekam pada batuan yang ada pada daerah tersebut. Selain itu geologi juga melihat beda elevasi, offset topografi, pembelokan sungai, intrusi air laut, muka air tanah, gawir sesar, mineralisasi dan fenomena geologi lainnya sehingga didapatkan informasi sejarah geologi dan juga kejadian bencana yang umumnya pernah terjadi seperti:

  • Banjir
  • Banjir rob air laut
  • Intrusi air laut ke darat
  • Gerakan tanah
  • Gempa bumi
  • Erupsi volkanik
  • Penurunan muka tanah dan air tanah
  • Aliran air tanah disekitar lokasi kawasan industri dan sungai yang banyak pencemaran.
  • Tsunami

b. Daya Dukung Tanah dan Hidrogeologi

Beberapa hal serta gambaran faktor geologi yang mempengaruhi daya dukung tanah dan dapat menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi perumahan yaitu:

  • Litologi: yaitu baik berupa batuan atau endapan yang menyusun permukaan bumi. Setiap jenis batuan akan memiliki nilai daya dukung dan parameter mekanika batuan berbeda beda. Simpelnya secara umum digambarkan seperti endapan rawa yang sangat lunak dan belum stabil, susunan batuan atau endapan yang dibawahnya terdapat lempung sebagai alas dapat menjadi bidang gelincir. Sehingga jikalau daya dukung litologi rendah maka perlu dilakukan rekayasa geologi.
  • Struktur geologi: yaitu umunya seperti struktur sesar dan lipatan batuan. Sederhananya sesar terjadi memotong lapisan batuan dengan gerakan dominan bisa bergerak lateral atau vertikal bahkan oblik. Beberpa contoh mudah efek keterdapatan sesar akan menjadikan struktur permukaan tanah berlereng, struktur sesar dapat memotong muka air tanah, sesar dapat diikuti kekar-kekar atau rekahan yang menjadikan batuan memiliki rongga sehingga menjadi buruk kualitasnya, sesar bisa diikuti dengan mineralisasi yang menjadikan zona argilik kaya lempung dan menjadi bidang gelincir gerakan tanah atau longsor.
  • Geomorfologi: aspek geomorfologi yang biasanya dipelajari oleh geologis seperti bentang alam (seperti denudasional, struktural, karst, pantai, volkanik), bentuk lahan (gunung, perbukitan, dataran, pantai), morfo metri (mencerminkan besarnya slope dan beda elevasi muka bumi sehingga didapatkan informasi keterjalan lereng), morfo aransement (litologi, struktur geologi), morfo-genesis (agen proses geologi dan kejadian geologi yang terjadi; seperti pelapukan, pelarutan, aliran air atau hidrodinamika; angin dan higrodinamika). Sebagai contoh simple dengan adanya daerah aliran sungai (DAS) jika ada meandering atau pembelokan sungai, perlu diketahui peneyebab meandering akibat struktur atau meandering akibat proses sedimentasi; sehingga diketahui dan terpetakan potensi bencana seperti daerah dataran banjir, arah aliran banjir yang dapat menyesuaikan atau memotong meadering (cut of slope).
  • Sedimentologi; mempelajari ilmu pengendapan batuan, dari proses pelapukan, transportasi, dan deposisi. Selain itu juga dari data sedimentologi akan didapatkan informasi lingkungan pengendapan lampau. Sehingga kita dapat memperkirakan daya dukung tanah dan air tanah. Mempelajari sedimentologi yang terjadi saat ini, kita bisa memperkirakan daerah tinggal kita sebagai daerah net deposisi sedimen, net erosi, atau by pass zone. Sehingga didapatkan informasi seberapa cepat pengendapan sungai disekitar kita. Lebih jauh lagi kita mencoba mengharmonisasikan proses sediementasi dengan vegetasi yang dipelihara atau ditanam.
  • Hidrogeologi; air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan. Hidrogeologi diantaranya mempelajari keterdapatan air tanah, arah aliran air, intrusi air laut, arah aliran limbah/lindi.

Semua analisis dan interpretasi data geologi adalah didasarkan atas data yang biasanya spesifik dan khas berbeda satu wilayah dengan lainnya.

Daya dukung tanah atau bumi yang rendah dapat menimbulkan bencana jika tidak disadari dan diperbaiki, oleh sebab itu perlu dilakukan rekayasa geologi atau rekaya keteknikan untuk memperkuat daya dukung tanah dan alam, sehingga resiko kebencanaan dapat diminimalisir dari saat perencanaan dan persiapan lahan permumahan. Salah melakukan prediksi dan antisipasi atas kondisi geologi dan daya dukung tanah akan menimbulkan efek besar.

c. Akses dan Fasilitas

Akses dan fasilitas yang diperlukan dan seharusnya ada disekitar lokasi pemukiman diantaranya adalah:

  • Jalan akses dan moda transportasi lain (stasiun, halte, terminal)
  • Listrik dan air bersih
  • Sekolahan
  • Tempat ibadah
  • Kesehatan
  • Pasar dan warung
  • Pemerintahan dan Kepolisian
  • Sinyal HP, jaringan internet dan televisi
  • Bank dan ATM
  • SPBU atau Pom Bensin
  • Jalur Evakuasi Bencana

Untuk melakukan penilaian kestrategisan daerah dan wilayah pemukiman di bidang geosain dikenal sistem informasi geografi berbasis geospasial atau secara sederhana semua dipetakan sehingga diketahui jarak dan ekses yang disebabkannya.

d. Aspek Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Selain secara langsung untuk memilih tempat tinggal kita pertimbangan harga beli tanah dan bangunan. Ada beberpa hal pertimbangan aspek sosial budaya dan ekonomi yang secara langsungdan tidak langsung dapat dipengaruhi kondisi alam dan geologi. Setelah pertimbangan teknis, maka perlu dilihat aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Aspek sosial, budaya dan keekonomian suatu wilayah.

Sebagai contoh dikembangkannya suatu wilayah permukiman disekitar sesumber geologi (contoh disekitar lokasi tambang dan ladang migas) yang didominasi oleh pekerja tambang dan migas sehingga tata pola kehidupan, lama waktu kerja dan tinggal di lapangan, serta gaya hidup akan berbeda dengan wilayah yang banyak mata pencaharian utama dibidang pertanian. Di sekitar wilayah rawan gempa atau letusan gunung api akan menimbulkan kearifan lokal dan tatanan kehidupan menyeimbangkan, adaptif, dan lebih peka dengan dengan kondisi alam. Daerah rawan banjir maka menyebabkan kebiasaan hidup berbeda, menempatkan piranti rumah tangga elektronik tinggi, serta berusaha meninggikan rumah.

Kondisi alam dan geologi akan memberikan efek juga terhadap aspek ekonomi suatu wilayah. Simpel nya akan beda harga tanah, beda biaya perawatan bangunan, dan beda biaya hidup. Ketersediaan air tanah di dekat kita sangat dipengaruhi kondisi geologi, jika tidak terdapat dekat atau di lahan yang kita punya, maka kita harus membeli dari lokasi yang jauh dan perlu biaya ekstra.

II. Membangunan Pondasi Bangunan

Tipe pondasi secara umum dibagi menjadi pondasi dalam dan pondasi dangkal. Telah banyak diuraikan dalam website dan buku-buku teknik sipil tentang jenis pondasi ini. Gampangnya, pondasi dalam digunakan untuk pondasi pembangunan bangunan tinggi, mempunyai beban berat, atau untuk melakukan rekayasa teknis. Sedangkan pondasi dangkal adalah pondasi yang biasanya dipakai untuk rumah tinggal satu lantai ataupun bangunan kecil atau ringan bebannya. Contoh pondasi dangkal adalah pondasi pas batu kali, pondasi telapak, pondasi rollag bata, cakar ayam, pondasi umpak dari beton. Contoh pondasi dalam adalah tiang pancang, bore pile, dan strauss pile. secara khusus pondasi dan kegunaannya adalah:

  • Pondasi telapak untuk rumah panggung
  • Pondasi rollag bata untuk bangunan sederhana
  • Pondasi batu kali untuk bangunan sederhana 1-2 lantai
  • Pondasi batu bata untuk bangunan sederhana
  • Pondasi tapak atau ceker ayam untuk bangunan bertingkat 2-3 Lantai
  • Pondasi sumuran untuk bangunan bertingkat 3-4 lantai
  • Pondasi bored pile atau strauss pile untuk bangunan bertingkat
  • Pondasi tiang pancang atau paku bumi untuk bangunan bertingkat

Pondasi yang paling sering digunakan untuk rumah minimalis pada lahan yang wajar tidak perlu rekayasa teknis yaitu

  • Pondasi Batukali
Pondasi_2

Menyiapkan Pondasi  Batukali Untuk Rumah Satu Lantai

  • Pondasi Cakar Ayam

Pondasi ini dipakai pada rumah satu lantai seperti disaat kita membuat atap dak guna menopang tandon air

Gambar Kerangka Besi Dasar Cakar Ayam Sederhana Belum Terpasang Yang Direncakan Untuk Membuat Dak Torn 520 Liter

Gambar Kerangka Besi Dasar Cakar Ayam Sederhana Belum Terpasang Yang Direncakan Untuk Membuat Dak Torn 520 Liter

 

Secara ilmu geologi dan teknis, rekayasa teknis sangat memungkinkan dilakukan, akan tetapi memerlukan usaha dan dana yang cukup besar. Rekayasa teknis dapat dilakukan untuk memperkuat daya dukung tanah ataupun juga memperkuat pondasi. Semoga kedepan dapat ditulis masalah rekayasa teknis.

 

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: