Advertisements

Archive

Author Archive

FORMULA DAN TOOL EXCEL YANG UMUM DIGUNAKAN DALAM PENGELOLAAN DATABASE SAMPEL BATUAN DAN DATA SUMUR

FORMULA DAN TOOL EXCEL YANG UMUM DIGUNAKAN DALAM PENGELOLAAN DATABASE SAMPEL BATUAN DAN DATA SUMUR

Dalam pekerjaan geologi seperti pemetaan geologi permukaan dan pemboran biasanya diambil sampel batuan (hand spacemen, core, sidewall core, cutting, fluida hidrokarbon) untuk kemudian dilakukan berbagai analisis. Baik analisis yang dilakukan di lokasi ataupun di Laboratorium. Analisis yang dilakukan terkait geologi dan petroleum sistem yaitu:

1. Analisis litologi, pengukuran ketebalan, jenis batuan, karakter sedimentologi, interpretasi lingkungan pengendapan dan kedudukan stratigrafi.

2. Analisis umur batuan dan lingkungan pengendapan yaitu berupa analisis Palinologi, mikroforam, nanoplankton, larger foram, pentarikhan atau radioaktif dating.
3. Analisis petrografi, minerologi, dan hidrokarbon show.

4. Analisis properti fisis batuan, seperti densitas, porositas, dan permeabilitas.

5. Analisis geokimia, yaitu kekayaan batuan induk (TOC, S1, S2, S3, HI, OI, kerogen type), kematangan batuan induk (RO, Tmax, TAI), GC, GC-MS, GC-MS-MS Petrografi Maseral.

6. Analsis faktor formasi, saturasi air, saturasi hidrokarbon.

7. Analisis gas desorpasi dan adsorpsi

Setiap batuan yang diambil di lapangan dan dianalisis biasanya memiliki informasi identitas sampel seperti kode sempel, koordinat, kedalaman atau elevasi, rencana analisis. Satu sampel batuan bisa jadi dianalisi lebih dari satu analisis. Untuk itu untuk mempermudah mengelaborasi data diperlukan pengelolaan database yang baik dan mudah dicari informasinya. Fasilitas Microsoft Excel yang sering dipakai dalam rangka pengelolaan database geologi yaitu:

1. Filter

Fasilitas filter ini digunakan untuk mempermudah kita dalam memilih data sesuai kriteria, lokasi, identitas, ataupun data yang memiliki nilai dengan batasan tertentu.

Menghidupkan fasilitas sort & filter

Menghidupkan fasilitas sort & filter

2. Sort Read more…

Advertisements

​GEOLOGI SEHARI-HARI: MEMPERSIAPKAN LAHAN TAPAK DAN MEMBUAT PONDASI RUMAH TINGGAL DENGAN BAIK

​GEOLOGI SEHARI-HARI: MEMPERSIAPKAN LAHAN TAPAK DAN MEMBUAT PONDASI RUMAH TINGGAL DENGAN BAIK

Tahapan awal dalam kegiatan pembangunan rumah dan bangunan lainnya adalah mempersiapkan lokasi dan kemudian diikuti membangun pondasi. Secara umum tulisan ini memiliki ruang lingkup/batasan pembahasan terkait dengan objek  utama berupa rumah hunian atau rumah tinggal. Disadari tentunya cerita mengenai pengetahuan serta kajian geologi keteknikan untuk membangun rumah tinggal akan lebih sederhana dibandingkan dengan membangun bangunan besar dan tinggi lainnya.

I. Memilih dan Menyiapkan Lahan Lokasi Rumah Tinggal

Untuk memilih dan menyiapkan lahan lokasi rumah tinggal perlu diketahui beberapa hal penting dibawah. Rumah tinggal akan kita tinggali dalam jangka waktu panjang sehingga harmonisasi dengan alam secara baik perlu kita pahami dan kerjakan, sehingga timbul rasa aman, nyaman, dan tenteram ketika menempatinya. Histori geologi dan kebencanaan, serta daya dukung tanah biasanya dan seharusnya menjadi pertimbangan pertama dalam memilih lokasi perumahan, walaupun terkadang tidak disadari oleh manusia. Aspek geologi dan kebencaan ini mungkin bisa jadi akan mempengaruhi nilai terbesar dari aspek ekonomi, kehidupan sehari-hari, fasilitas yang berada disekitarnya, serta nilai keindahan alam disekitarnya.

Untuk melihat dan memetakan kondisi geologi dan lingkungan guna medapatkan data dan analisis guna pertimbangan lokasi secara komperhensif dapat dibantu oleh informasi geospasial dengan penggunaan aplikasi GIS dan Google earth. Penggunaan aplikasi dan analisis sederhana terhadap data telah dibahas dibahas pada tulisan sebelumnya, silahkan baca pada link berikut https://ptbudie.com/2017/03/22/pemilihan-lokasi-rumah-tinggal-bagian-1-memanfaatkan-google-earth-dan-data-gis-sebagai-bahan-pertimbangan/

a. Histori Geologi dan Kebencanaan Read more…

TANTANGAN GEOSAINTIS MUDA DAN PEKERJA SEKTOR MIGAS DI SAAT TURUNNYA HARGA MINYAK MENTAH DUNIA: AMBIL HIKMAHNYA, TETAP OPTIMIS DALAM BEKERJA DAN BERIBADAH, MARI SONGSONG MASA DEPAN LEBIH CERAH

TANTANGAN GEOSAINTIS MUDA DAN PEKERJA SEKTOR MIGAS DI SAAT TURUNNYA HARGA MINYAK MENTAH DUNIA: AMBIL HIKMAHNYA, TETAP OPTIMIS DALAM BEKERJA DAN BERIBADAH, MARI SONGSONG MASA DEPAN LEBIH CERAH

Kondisi harga minyak mentah dunia yang turun dan menyentuh 30-anUSD per barrel pada tahun 2015 – 2016 yang lalu menimbulkan berbagai gejolak dan efek untuk pekerja di industri migas. Tahun 2017 ini alhamdulillah perlahan mulai membaik dan sudah menyentuh angka 50anUSD per barrel.

Agak berbeda dengan kebanyakan tulisan-tulisan sebelumnya pada website ini yang lebih menekankan keilmiahan, tulisan ini berisi cerita pengalaman dan opini, namun tetap dilengkapi data survei dan analisis yang terkait. Dengan adanya tulisan ini, semoga memudahkan generasi selanjutnya dapat membaca jejak kejadian, suasana hati serta pikiran efek dari turunnya harga minyak dunia sekarang ini, terutama berkaitan dengan profesi geosaintis (khususnya geosaintis muda) atau pekerja di sektor migas, sehingga kedepan bisa lebih antisipatif dan optimis.

The Dynamics of Crude Oil Prices

Gambar Grafik Naik-Turun Harga Minyak Mentah Dunia (modifikasi Lubiantara, B., 2015 dalam FGMI, 2016)

Dimanakah Posisi Kita Saat Itu? 

Apakah kita tergolong orang yang merasakan satu atau lebih dari kondisi berikut: Read more…

PENGENALAN PEMETAAN GEOLOGI PERMUKAAN DENGAN METODE PENGUKURAN STRATIGRAFI TERUKUR DAN TERIKAT (ATAU SERING DISEBUT CHAINING)

PENGENALAN PEMETAAN GEOLOGI PERMUKAAN DENGAN METODE PENGUKURAN STRATIGRAFI TERUKUR DAN TERIKAT (ATAU SERING DISEBUT CHAINING)

Lembar peta geologi yang berada pada daerah yang permukaannya tersusun oleh batuan sedimen biasanya mengunakan satuan stratigrafi batuan dari unit litostratigrafi yaitu berupa bed, bed set, anggota, formasi, dan grup. Pengelompokan satuan batuan ini biasanya berdasarkan atas kesamaan ciri fisik dan jenis batuan. Ciri fisik dan jenis batuan yang dimaksud seperti perlapisan batupasir, perselingan batupasir dan batulempung, batugamping terumbu, batugamping berlapis, batupasir tuffaan, napal, breksi, konglomerat, batubara dan lain sebagainya. Penamaan dari unit litostratigrafi  ini biasanya didasarkan atas lokasi atau daerah ditemukannya atau atau kesamaan ciri fisik dan jenis batuan di daerah tertentu. Sering menjadi kendala dalam pengaplikasian pemetaan geologi dengan unit litostratigrafi adalah apabila jenis batuan dikaitkan dengan detail lingkungan pengendapan yang  mempunyai kemiripian jenis dan sifat fisik batuan. Seperti pada kasus batuan sedimen pada lingkungan fluvial – delta, pada lingkungan ini batulempung, batupasir, batubara yang terdapat pada fluvial, upper delta plain (UDP), lower delta front (LDP), delta front, bahkan pro-delta sampai slope. Sering pula pada peta geologi saat ini penamaan dan pengelompokan unit stratigrafi ini terbatas atas kapling atau batas pemetaan sehingga penamaan atas unit batuan yang sama secara fisik dan jenis batuannya bisa memiliki nama yang beda walaupun bersebelahan atau bahkan bertampalan pada batas lokasi pemetaan.

Karena hal-hal tersebut di atas, sering diaplikasikan pemetaan berbasis unit stratigrafi fasies lingkungan pengendapan. Pemetaan dengan unit stratigrafi ini sebenarnya juga berlandaskan dan didukung data dan analisis litostratigrafi, kronostratigrafi, biostratigrafi, dan sekuen stratigrafi. Sering pula dalam pelaksaanaan pekerjaan dan hasil stratigrafi dibuat kesebandingan antara unit stratigrafi tersebut, bahkan dengan mudah dapat pula dibuat peta geologi fasies lingkungan pengendapan, serta peta geologi litostratigrafi detail.

Metode chaining ini merupakan modifikasi atau kombinasi dari ilmu pemetaan geologi yang secara umum telah diajarkan saat dibangku perkuliahan. Tulisan ini disusun atas dasar pengalaman beberapa kali pemetaan geologi untuk memecahkan beberapa kasus eksplorasi, seperti dalam kasus permasalahan stratigrafi, apakah Eosen sudah di permukaan ataukah masih terpendam jauh di dalam?; Permasalahan struktur geologi, apakah terjadi rembesan hidrokarbon dari lead sub-thrust?; Permasalahan sistem perminyakan, bagaimana sebaran dan play sistem perminyakan berumur Paleogen pada lapangan yang di atasnya sudah produksi hidrokarbon Sistem Perminyakan Neogen?; serta kasus lainya seperti stratigrafi dan potensi sistem perminyakan batuan berumur pra-Tersier; Menjadi jembatan studi geologi dan geofisika selanjutnya, seperti mendapatkan informasi kedalaman distribusi batubara yang mengadsorb energi seismik, merekomendasikan fokus studi lokasi survey microseepage berdasarkan play sistem perminyakan yang digenerate dari proses pemetaan geologi.

SEKILAS TENTANG BEBERAPA TEKNIK PEMETAAN GEOLOGI

Teknik akuisis data dalam pemetaan geologi yang biasa dilakukan yaitu: Read more…

PEMILIHAN LOKASI RUMAH TINGGAL DENGAN MEMANFAATKAN GOOGLE EARTH DAN DATA GIS SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN

PEMILIHAN LOKASI RUMAH TINGGAL DENGAN MEMANFAATKAN GOOGLE EARTH DAN DATA GIS SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN

Pemetaan lokasi perumahan-perumahan, fasilitas umum dan akses transportasi (seperti pasar, pintu tol, stasiun, terminal) di daerah Bekasi yang pernah saya petakan disaat keluarga saya mencari rumah tinggal di Bekasi akan menjadi mubadzir jika tidak di-share, baik cerita dan file google earth. Pekerjaan ini dicoba dikembangkan pada tahap awal dengan platform google earth, pada pertengahan bulan Februari 2017. Tujuan membuat projek ini adalah untuk dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan lokasi rumah tinggal yang terbaik bagi keluarga, yang tentunya pekerjaan ini perlu diikuti dengan proses analisis dan sintesa, baik analisis yang sifatnya sederhana dan analisis lanjut yang dikolaborasi dengan data berbasis GIS lainnya yang diolah dengan perangkat lunak GIS lainnya (seperti map info, global mapper, arc gis, dll), serta dapat dikaitkan dengan berbagai macam aspek dan pendekatan ilmiah (geologi, tata lingkungan, kebencanaan, investasi, dan lain sebagainya).

Gambar Google Earth Plot Lokasi Perumahan dan Fasilitas Penting di Bekasi

Gambar Google Earth Plot Lokasi Perumahan dan Fasilitas Penting di Bekasi.

Google Earth Perumahan di Bekasi Timur dan Tambun Selatan

Gambar Google Earth Di Zoom di Bekasi Timur dan Tambun Selatan Serta Plot Lokasi Perumahan dan Titik-Titik Penting.

Dengan file atau projek google earth ini saya dapat melakukan beberapa hal: Read more…

PEMANFAATAN WEBSITE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) GEOLOGI DAN GEOFISIKA UNTUK MEMANTAU POTENSI GENANGAN ATAU BANJIR

PEMANFAATAN WEBSITE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) GEOLOGI DAN GEOFISIKA UNTUK MEMANTAU POTENSI GENANGAN ATAU 

Tulisan  ini berisi tentang hal-hal simpel (namun sangat besar gunanya) yang bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat umum di saat lingkungan sekitar sedang/sering terjadi genangan dan berpotensi terjadi banjir. Hal-hal simpel (namun sangat besar gunanya) yang  dimaksud adalah mamanfaatkan teknologi telephone pintar  yang selalu dekat dengan kita dan mendapatkan informasi dari website berbasis Sistem Informasi Geografi, Geologi dan Geofisika guna memantau potensi genangan dan banjir. Tulisan ini disampaikan secara sekilas sebagai pendahuluan penambah wawasan dalam pemanfaatan teknologi dan informasi guna kehidupan sehari-hari, selebihnya lebih detail akan dibahas penulis pada bagian selanjutnya secara terpisah.

Tujuan dalam penggunaan  informasi SIG, Geologi dan Geofisika ini adalah agar kita mendapatkan informasi ter-update yang dapat digunakan sebagai pertimbangan atas langkah taktis yang akan kita kerjakan, dan pada akhirnya dapat mengurangi resiko dan kerugian. Sebagai contoh kecil yaitu ketika memilih rute jalan dan pulang dari rumah ke kantor merupakan sesuatu yang penting untuk menghindari kemacetan dan terjebak genangan sehingga kendaraan (mobil/motor) kita aman melewati dan tidak menghabiskan waktu dan bahan bakar. Contoh lainnya kita mendapat pertimbangan kapan kita perlu mengevakuasi anggota keluarga dan menyelamatkan barang-barang di rumah ketika terdapat potensi genangan dan banjir.

Hal-hal  (simpel) yang perlu kita ketahui dan dapat dilakukan (dengan mudah) dilakukan dengan memanfaatkan teknologi smartphone dan website berbasis sistem informasi geografi, geologi dan geofisika disaat musim penghujan ataupun berpotensi terjadi banyak genangan dan banjir:

1. Memantau perkiraan cuaca, curah hujan, dan peringatan dini dari BMKG (http://www.bmkg.go.id/) ataupun juga dapat menggunakan aplikasi BMKG yang dapat diinstal pada mobile-phone anda.

twitter BMKG yang realtime mengupdate informasi tantang informasi cuaca dan gempa bumi

Twitter BMKG yang realtime mengupdate informasi tantang informasi cuaca dan gempa bumi

Read more…

SEKILAS METODE PENYELIDIKAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA KARAKTERISTIK RESERVOIR BATUAN DASAR

SEKILAS METODE PENYELIDIKAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA KARAKTERISTIK RESERVOIR BATUAN DASAR

Penyelidikan karakteristik pada reservoir batuan dasar ini terdiri dari penyelidikan langsung dan penyelidikan tidak langsung. Penyelidikan langsung diantaranya adalah berupa pengamatan singkapan dipermukaan, penyelidikan cutting pemboran mud log dan inti pemboran. Secara visual geometri rekahan ataupun pelapukan dan pelarutan dapat teramati dari inti pemboran. Selain itu dari inti pemboran juga dapat diketahui sifat mekanika batuan dengan melalui proses tes di laboratorium.

Penyelidikan tidak langsung adalah pengamatan dengan mengunakan metode-metode geofisika, yaitu

A. Penyelidikan Conventional Log

Penyelidikan conventional log adalah dengan mengunakan log Gamma Ray (GR), Spontaneous Potential (SP), Resistivitas, Neutron, Densitas, dan Sonik.

Log Gamma Ray (GR) adalah metoda untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif yang terdapat di dalam batuan di sepanjang lubang bor. Unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan tersebut diantaranya Uranium, Thorium, Potassium, Radium (Harsono, 1997).

Menurut Harsono (1997) log SP (Spontaneous Potential) merupakan hasil dari pengukuran beda potensial arus searah antara elektroda di dalam lubang bor dengan elektroda di permukaan.

Log neutron merupakan log yang berfungsi untuk menentukan besarnya porositas suatu batuan (Harsono, 1997). Log ini tidak mengukur porositas sesungguhnya dari batuan, melainkan yang diukur adalah keterdapatan hidrogen dalam pori-pori batuan.

Tabel 1. Kegunaan Utama Open-hole Wireline Logs (Rider, 2002)

Tabel 1. Kegunaan Utama Open-hole Wireline Logs (Rider, 2002)

Read more…