Advertisements

Publication 2012

PROCEEDINGS PIT IAGI YOGYAKARTA 2012

The 41st IAGI Annual Convention and Exhibition

PETROGRAFI DAN KARAKTERISTIK RESERVOIR GRANIT EOSEN PADA SUB-CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

 Prihatin Tri Setyobudi 1*, Bambang Wisnu Handono2

 1 Geologist of Geosain Delta Andalan (GDA) Consulting, Jakarta, 2 Chief Geologist of PetroChina International Jabung, Jakarta

*Corresponding author: pt_budie@yahoo.co.id

Area studi batuan dasar granit Eosen (34.30 ± 0.91 Juta Tahun Lalu) adalah berlokasi pada tinggian di sebelah utara dari Cekuangan Sumatra Selatan. Selama Jurasik sampai Kapur, batuan dasar Cekungan Sumatra Seltan berkembang dipengaruhi rezim tektonik kompresi. Setelah fase kompresi, fase rifting Cekungan Sumatra Selatan berlangsung selama Eosen. Disamping itu intrusi terjadi di beberapa zona sesar. Aktivitas tektonik, iklim dan perubahan muka air laut dan air permukaan di daerah penelitian mempengaruhi karakteristik dari granit sehingga memiliki potensi sebagai reservoir dan sebuah test laju alir sumur menunjukkan aliran 1044 BOPD.

Melalui observasi petrografi, kita dapat mendapatkan informasi tentang mineralogi, porositas terlihat dan alterasi mineral pada granit. Disamping itu, karakteristik reservoir granit dapat diketahui dari pengujian laboratorium porositas dan permeabilitas dan uji laju alir (drill stem test). Sehingga kita dapat mengetahui pengaruh alterasi mineral dan pelarutan terhadap porositas dan permeabilitas reservoir.

Berdasarkan pengamatan 10 sampel sayatan tipis, mineral primer granit adalah kuarsa 21,20%-32%, Alkali Feldspar 34,40%-41,20% dan Plagioklas 0-19.2%, dan mineral primer lainnya seperti mika, apatit, dan zirkon. Mineral sekundernya sekitar 5.60%-32.00%, yaitu terdiri dari dolomit, siderit, kaolinit, serisit/illit atau paragonit, dan pirit. Granit memiliki intensitas alterasi lemah sampai sedang, dengan tingkat alterasi selectively pervasive. Tekstur granit yang teramati adalah perthitik, mikrografik dan granopirik. Porositas sekunder yang berkembang pada granit adalah porositas pelarutan dan porositas rekahan, nilai porositas terlihat adalah berkisar 1.60%-8.80%. Berdasarkan uji laboratorium pada kondisi NOB, porositas pada kedalaman disekitar sampel petrografi adalah berkiasr 1.2%-19.2% dan permeabilitas horizontalnya 0.001-122.0 md. Proses pelarutan memiliki peran penting dalam peningkatan nilai porositas, tetapi dilain sisi kaolinit dan siderit dapat mengisi rekahan dan memiliki pengaruh buruk terhadap porositas dan permeabilitas.

Katakunci: Petrografi, Karakteristik, Reservoir, Eosen, Granit, Jambi

———————–00———————–

PROCEEDINGS PIT IAGI YOGYAKARTA 2012

The 41st IAGI Annual Convention and Exhibition

REKAMAN STRATIGRAFI SALING MENJARI ENDAPAN TURBIDIT FORMASI KEREK BERDASARKAN PEMETAAN GEOLOGI DI SEKITAR KALI SERANG, KECAMATAN KEMUSU, KABUPATEN BOYOLALI, PROPINSI JAWA TENGAH

 Prihatin Tri Setyobudi 1, Dini Andriani 2, Prakosa Rachwibowo 3

 1 Geologis Geosain Delta Andalan, 2 Geologis Patra Nusa Data, 3 Dosen Teknik Geologi Universitas Diponegoro

Secara administrasi, daerah penelitian terletak di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sedangkan menurut pembagian fisiografi Jawa, daerah penelitian termasuk ke dalam zona Kendeng. Zona Kendeng atau Cekungan Kendeng ini merupakan cekungan belakang busur. Litologi di daerah Kendeng dikontrol oleh sedimentasi dari tinggian di sekitarnya, perubahan muka laut dan aktivitas vulkanik. Litologi di Zona Kendeng sangat intensif terdeformasi dan banyak sesar dan lipatan yang terbentuk.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik litologi dan hubungan stratigrafi antar unit litologi Formasi Kerek serta mengetahui umur dan lingkungan pengendapan dari Formasi Kerek. Sedangkan metodologi yang digunakan untuk memahami pengendapan litologi Formasi Kerek ini adalah pemetaan geologi, analisis petrografi dan analisis foraminifera.

Formasi Kerek yang terdapat di daerah penelitian ini dibagi menjadi dua unit litologi, yaitu Batupasir Karbonatan turbidit yang berumur Miosen Tengah (N9-N12) dan Perselingan Batulempung Karbonatan dan Batulanau Karbonatan yang berumur Miosen Tengah (N9-N13). Kedua unit litologi tersebut mempunyai hubungan yang menjari (interfingering). Berdasarkan foraminifera bentik, lingkungan pengendapan dari Formasi Kerek ini adalah middle bathyal. Selain itu, keterdapatan Slump dan Sekuen Bouma (Tb-Te) pada Batupasir Karbonatan mengindikasikan berkembangnya sistem turbidit.

Kata Kunci: Formasi Kerek, Saling Menjari, Turbidit

———————–00———————–

Advertisements
%d bloggers like this: