Advertisements

Archive

Posts Tagged ‘batubara’

POSISI STRATIGRAFI DAN ANALOGI SEDIMENTASI: BATUBARA DAN BATUPASIR SILIKA TUFFAN YANG DITEMUKAN DI PERBUKITAN NGALAU

POSISI STRATIGRAFI DAN ANALOGI SEDIMENTASI: BATUBARA DAN BATUPASIR SILIKA TUFFAN YANG DITEMUKAN DI PERBUKITAN NGALAU

Berdasarkan data peneliti terdahulu, litostratigrafi dan tektonostratigrafi batuan Tersier di Cekungan Ombilin dan  Cekungan Sumatra Selatan  telah dapat dijelaskan dan diketahui hubungannnya berdasarkan  ciri litologi serta didukung data hasil penelitian terdahulu. Akan tetapi dari salah satu stasiun pengamatan geologi pada saat program ekskursi geologi regional S2, ditemukan keberadaan batubara yang kontak dengan batupasir silica tuffan, yang hadir disekitar batugamping mesozoik di Perbukitan Ngalau, lokasi penambangan Indarung PT. Semen Padang. Dijadikan bahan diskusi pada tulisan ini karena belum dijelaskan posisi stratigrafi dan proses sedimentasi.

Batubara dan Batupasir Silika Tuffan di Perbukitan Ngalau

Gambar 1. Batubara dan Batupasir Silika Tuffan di Perbukitan Ngalau

Menurut Yancey dan Alif (1977) lokasi ini tersusun atas Formasi Indarung yang terdiri dari Batugamping, Batugamping metasomastis, batupasir, serpih, rijang, dan konglomerat. Anggota Ngalau terdiri atas perlapisan batupasir dan serpih, batugamping, rijang, dan batuan volkanik (Gambar 2). Dalam penelitian terdahulu, keberadaan batubara (Gambar 1) belum diteliti dan terpetakan menjadi bagian Anggota Ngalau atau Formasi Indarung. Sehingga posisi stratigrafinya belum ditentukan. Read more…

Advertisements

ENERGI MIX INDONESIA

ENERGI MIX INDONESIA

(Sebuah Catatan Kuliah “Ekonomi Migas” oleh HL. Ong -2014)

A. Energy Mix Indonesia Berdasarkan DEN (2014) dan Berdasarkan Peraturan Presiden (2006)

Negara memerlukan data cadangan untuk energy planning, untuk energy security, dan untuk dijadikan salah satu masukan dalam pengambilan kebijakan/policy atau UU. Mengetahui cadangan jenis apa, dimana, dan besarnya, akan dijadikan salah satu dasar pembuatan UUMigas.

Contoh konkrit dimana cadangan memegang peranan penting dalam pengambil kebijaksanaan (UU) adalah keputusan Dewan Energi Nasional baru-baru ini, 2014. Pemerintah beranggapan bahwa 40% cadangan eneri geothermal di dunia ada di Indonesia. Karenanya DEN mengeluarkan semacam fatwa bahwa pemakaian Energi Baru dan Terbarukan yang komponen utamanya adalah Geothermal Energi yang sekarang 6% (seharusnya 3%), perlu ditingakatkan tiga sampai empat kali lipat pada tahun 2025. Read more…